Pemerintah juga menyadari bahwa infrastruktur di berbagai sekolah di Indonesia masih beragam. Oleh karena itu, upaya untuk menyiapkan sarana pendukung seperti akses internet yang baik dan perangkat teknologi di setiap sekolah akan terus didorong. Program ini dirancang sebagai salah satu bagian dari transformasi pendidikan yang lebih luas, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu, Mendikdasmen menekankan bahwa keterampilan digital yang akan diajarkan melalui AI dan coding akan membekali generasi muda dengan kemampuan untuk berpikir analitis, kreatif, dan solutif. Dengan keterampilan ini, diharapkan para siswa akan lebih siap untuk bersaing dan berkontribusi di era ekonomi digital dan teknologi tinggi yang berkembang pesat.
“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang lebih siap bersaing di dunia global, khususnya dalam dua keterampilan penting ini: AI dan coding,” tambah Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau kesiapan setiap sekolah dalam mengimplementasikan pembaruan kurikulum ini dan akan memberikan dukungan serta pelatihan bagi para guru agar mereka bisa mengajar mata pelajaran ini dengan baik. Seiring berjalannya waktu, harapannya adalah semakin banyak sekolah di berbagai daerah dapat melaksanakan kurikulum yang berfokus pada keterampilan digital ini, sehingga pendidikan Indonesia tidak hanya mampu menjawab tantangan era digital, tetapi juga dapat mencetak generasi yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.
Dengan rencana pembaruan kurikulum ini, diharapkan pendidikan Indonesia akan semakin adaptif terhadap perubahan zaman dan lebih siap menghasilkan lulusan yang relevan dengan tuntutan industri dan dunia kerja masa depan.


